Jumat, 30 Oktober 2026 Edisi Digital • Kabar Cepat & Terpercaya Khas Paklek
Sains & Lingkungan

Mengenal Fenomena Suhu Dingin Ekstrem di Malang Raya Saat Musim Kemarau

Oleh: Redaksi Kamis, 15 Oktober 2026 6 menit baca 0 Komentar

NEWSPAKLEK.MY.ID, SAINS & LINGKUNGAN – Suhu udara di kawasan Malang Raya kerap kali merosot tajam menyentuh angka yang sangat menusuk tulang. Fenomena cuaca dingin menggigil ini biasanya menyapa masyarakat ketika musim kemarau sedang mencapai puncaknya. Banyak warga lokal maupun mahasiswa perantau menyebut kondisi cuaca unik ini sebagai fenomena bediding di Malang.

Pada siang hari, sinar matahari memang menyengat kulit dengan hawa udara yang terasa cukup kering dan terik. Namun, begitu petang menjelang hingga fajar tiba, temperatur udara mendadak anjlok drastis ke level belasan derajat. Warga bahkan harus mengenakan jaket tebal dan selimut berlapis demi mengusir rasa beku di dalam kamar.

Sebagian masyarakat awam kerap mengaitkan penurunan suhu mendadak ini dengan mitos atau keanehan iklim semata. Padahal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki penjelasan ilmiah meteorologis yang sangat masuk akal. Redaksi portal berita newspaklek.my.id mengulas rahasia sains di balik hawa dingin kemarau Malang Raya berikut ini.


Mengenal Istilah Bediding yang Melegenda di Tanah Jawa

Masyarakat suku Jawa sudah lama menggunakan istilah bediding guna menggambarkan pergeseran suhu musiman yang sangat kontras. Kata ini berakar dari istilah bahasa Jawa bedhidhing yang menggambarkan hawa dingin menusuk saat malam kemarau. Fenomena musiman ini umumnya mulai berlangsung sejak bulan Juli hingga puncaknya pada bulan September dan Oktober.

Wilayah Malang Raya yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu selalu merasakan imbas paling nyata. Pasalnya, kawasan metropolitan ini berada pada dataran tinggi dengan bentang alam perbukitan yang hijau dan luas. Suhu malam hari di pusat Kota Malang kerap menyentuh angka 15 hingga 16 derajat Celsius.

Sementara itu, wilayah dataran yang lebih tinggi seperti Kota Batu dan lereng Bromo mencatatkan suhu lebih beku. Pada titik tertentu, temperatur udara lereng pegunungan sanggup merosot hingga menyentuh angka 9 derajat Celsius. Alhasil, embun pagi sering kali membeku menyerupai butiran kristal es putih di atas permukaan dedaunan tanaman.


Penjelasan Ilmiah BMKG Mengenai Pemicu Suhu Dingin Menggigil

Pakar meteorologi BMKG menegaskan bahwa fenomena bediding merupakan siklus alamiah yang wajar terjadi setiap tahun. Pemicu utama fenomena ini bermula dari pergerakan massa udara dingin dari Benua Australia menuju Asia. Fenomena pergerakan angin skala regional ini menyandang nama ilmiah Angin Monsun Dingin Australia atau Monsun Timur.

Ketika wilayah Indonesia memasuki musim kemarau, Benua Australia justru sedang melangsungkan puncak musim dingin yang sangat beku. Tekanan udara tinggi di Australia mendorong embusan massa udara kering dan dingin melintasi Samudra Hindia. Massa udara dingin ini kemudian menyapu wilayah selatan Nusantara, terutama pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Faktor pemicu kedua berakar pada minimnya tutupan awan di atas langit Malang Raya selama musim kemarau. Langit yang bersih tanpa awan mengizinkan permukaan bumi menyerap energi radiasi matahari secara maksimal pada siang hari. Namun, situasi tersebut justru memicu pelepasan panas bumi secara besar-besaran begitu matahari terbenam menuju ufuk barat.

Tanpa adanya lapisan awan yang bertindak sebagai selimut penahan panas bumi, energi hangat bumi langsung lolos ke angkasa luar. Proses pelepasan panas tanpa hambatan ini menyandang istilah ilmiah radiative cooling atau pendinginan radiatif permukaan bumi. Akibatnya, permukaan tanah kehilangan seluruh energi hangatnya sehingga temperatur udara anjlok secara instan saat dini hari.


Pengaruh Topografi Pegunungan Malang Raya yang Menjebak Hawa Dingin

Selain faktor angin monsun dan langit cerah, letak geografis Malang Raya turut memperparah gigilan hawa dingin. Wilayah Malang Raya menempati sebuah cekungan dataran tinggi yang memiliki dinding benteng pegunungan megah di sekelilingnya. Kawasan ini berdiri di antara Gunung Arjuno, Welirang, Kawi, Panderman, serta jajaran pegunungan Bromo Tengger Semeru.

Secara hukum fisika atmosfer, massa udara yang bersuhu dingin memiliki bobot jenis yang jauh lebih berat daripada udara hangat. Ketika udara di lereng puncak pegunungan mendingin pada malam hari, udara berat tersebut langsung mengalir menuruni lembah. Udara dingin pegunungan ini kemudian mengendap dan berkumpul di dasar cekungan dataran perkotaan Malang Raya.

Topografi cekungan membuat sirkulasi udara dingin terperangkap dan tertahan selama berjam-jam tanpa jalan keluar yang leluasa. Kondisi ini mempertahankan hawa dingin tetap pekat hingga sinar matahari pagi mulai memanaskan kembali permukaan bumi. Inilah alasan mengapa kota Malang selalu mencatatkan suhu jauh lebih dingin daripada kawasan pesisir pantai Surabaya.


Tabel Perbandingan Fluktuasi Suhu Harian Rata-Rata di Malang Raya

Wilayah PemantauanSuhu Siang Hari (Puncak Terik)Suhu Malam Hari (Puncak Dingin)Karakteristik Cuaca Dominan
Kota Malang (Pusat Kota)29 hingga 31 Derajat Celsius15 hingga 17 Derajat CelsiusKering terik siang, malam menusuk
Kota Batu (Kawasan Wisata)24 hingga 26 Derajat Celsius12 hingga 14 Derajat CelsiusSejuk siang hari, malam menggigil beku
Poncokusumo (Kaki Semeru)23 hingga 25 Derajat Celsius10 hingga 12 Derajat CelsiusUdara pegunungan pekat, rawan embun es
Kawasan Bromo Tengger18 hingga 20 Derajat Celsius4 hingga 7 Derajat CelsiusMembentuk embun upas beku di tanah

Dampak Suhu Ekstrem bagi Kesehatan Tubuh dan Aktivitas Harian

Perbedaan temperatur yang sangat jomplang antara siang dan malam hari kerap mengecoh daya tahan imunitas tubuh manusia. Tubuh manusia dipaksa beradaptasi menghadapi panas menyengat siang hari lalu bergeser menuju hawa dingin beku malam hari. Perubahan ekstrem ini memicu peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kalangan masyarakat rentan.

Kondisi udara yang sangat kering juga menyerap kelembapan alami kulit manusia secara cepat dan agresif. Banyak warga mengeluhkan masalah kulit bersisik, gatal-gatal, hingga bibir pecah-pecah yang menimbulkan rasa perih menyiksa. Bagi penderita penyakit asma atau alergi debu dingin, fenomena bediding kerap memicu kambuhnya sesak napas secara mendadak.

Di sektor pertanian hortikultura, suhu dingin ekstrem terkadang menghadirkan ancaman embun beku atau fenomena embun upas. Lapisan es tipis yang menempel pada daun tanaman kentang dan apel sanggup merusak jaringan sel tanaman. Petani lokal harus melakukan penyiraman air secara berkala pada dini hari guna mencairkan kristal es tersebut.


Tips Praktis Menjaga Daya Tahan Tubuh Menghadapi Hawa Dingin

Warga maupun wisatawan perlu mengambil langkah antisipasi yang cermat demi menjaga kondisi fisik tetap bugar prima. Pertama, terapkan teknik berpakaian berlapis saat beraktivitas di luar ruangan maupun saat beristirahat malam di rumah. Memakai jaket hangat berbahan wol, celana panjang tebal, serta kaus kaki sanggup menahan suhu tubuh tetap stabil.

Kedua, penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan rajin meminum air putih hangat minimal dua liter setiap hari. Jangan menunggu rasa haus datang karena udara dingin kerap mengelabui sinyal dehidrasi pada sistem saraf otak Anda. Ketiga, oleskan losion pelembap kulit serta petroleum jelly pada area bibir sebelum Anda beranjak tidur malam.

Konsumsilah makanan bergizi kaya vitamin C dan nikmati minuman rempah tradisional hangat seperti seduhan jahe merah atau wedang uwuh. Minuman rempah berkhasiat melancarkan peredaran darah sekaligus menghangatkan rongga dada dari dalam tubuh. Dengan persiapan yang matang, Anda dapat menikmati pesona dingin eksotis Malang Raya tanpa takut jatuh sakit.

Sumber Informasi & Data Meteorologi: Artikel sains cuaca dan edukasi iklim ini disusun berdasarkan catatan analisis cuaca musiman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, buletin dinamika atmosfer BMKG Karangploso Malang, publikasi pola angin monsun Australian Bureau of Meteorology (BOM), serta panduan kesehatan perubahan iklim dari Dinas Kesehatan Kota Malang.

Bagikan Berita Ini: WhatsApp Facebook Bagikan
Penulis & Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor konten News Paklek. Menyajikan kabar cepat, aktual, dan lugas khas obrolan Paklek.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *